24 Januari 2008

Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Kutai Barat pada tahun 2006 mencapai 164.914 jiwa. Di mana Kecamatan yang memiliki jumlah penduduk terbesar adalah Kecamatan Barong Tongkok yaitu sebesar 19.357 jiwa atau sekitar 11,74 persen dari total populasi penduduk Kutai Barat. Sedangkan Kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Laham yaitu sebesar 2.420 jiwa (1,47%). Dibandingkan dengan data penduduk Kabupaten Kutai Barat pada tahun 2005 yang tercatat sebesar 161.582 jiwa, maka laju
pertumbuhan penduduk Kabupaten Kutai Barat per tahun adalah sebesar 2,06 persen.

Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk untuk Kabupaten Kutai Barat adalah sebesar 5,21 jiwa/Km. Dari Kepadatan tersebut di atas, Kecamatan Barong Tongkok merupakan daerah yang terpadat penduduknya yakni 39,33 jiwa/Km2 kemudian diikuti oleh Kecamatan Sekolaq Darat yaitu sebesar 36,24 jiwa/Km2. Sedangkan untuk kecamatan dengan kepadatan penduduk terkecil adalah Kecamatan Long Apari yaitu sebesar 0,80 jiwa/Km2.

Profil Kutai Barat

Kabupaten Kutai Barat yang memiliki Maskot MACAN DAHAN dengan Motto SENDAWAR KOTA BERADAT ini dikenal dengan sebutan TANAA PURAI NGERIMAN yang berarti Tanah yang Suci, Subur, Makmur dan Berlimpah. Tanah yang suci mengacu kepada suatu kenyataan bahwa masyarakat Kutai Barat hidup berdasarkan Hukum Positif dan Budaya, Adat dan Hukum Adat yang masih terpelihara dan berkembang di masyarakat hingga kini. Sementara itu, Tanah yang Subur, Makmur dan Berlimpah menggambarkan keberadaan Kutai Barat yang dihiasi gunung-gemunung, sungai dan danau serta hamparan hutan primer, sekunder dan lahan produktif (perkebunan, pertanian, perikanan dan peternakan). Tanaa Purai Ngeriman, menurut data tahun 2006 (Kutai Barat Dalam Angka, 2007),yang didiami oleh 164.914 jiwa ini, selain memiliki Sumber Daya Hutan, juga memiliki Sumber Daya Alam, khususnya tambang dan galian.
Kutai Barat yang dibentuk menjadi Kabupaten berdasarkan Undang-Undang No. 47 Tahun 1999 tertanggal 4 Oktober 1999, yang secara operasional diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur pada tanggal 5 November 1999 di Sendawar yang merupakan Ibu Kotanya ini, memiliki wilayah seluas 31.628,70 Km2 yang terdiri dari 21 Kecamatan dan 223 Kampung dengan kepadatan penduduk 5,21jiwa/Km dan laju pertumbuhan 2,06% per tahun.

Transportasi Udara


Dua kecamatan di Hulu Riam yaitu Kecamatan Long Pahangai dan Kecamatan Long Apari, selain bisa dicapai dengan transportasi air (longboat), juga bisa dicapai menggunakan transportasi udara. Maskapai yang melayani jalur udara tersebut adalah Bintang Sendawar dengan route Sendawar - Datah Dawai dan Samarinda - Datah Dawai.

23 Januari 2008

Topografi

Berdasarkan data topografi, Kabupaten Kutai Barat dengan luas wilayah mencapai 316.287.000,00 hektar, didominasi oleh lahan dengan topografi sangat curam (50,16%) dan curam (6,11%) dan selebihnya dengan kondisi datar, dan bergelombang. Wilayah dengan topografi pegunungan mencapai 1.586.552,08 hektar atau lebih dari 50% dari luas seluruhnya tersebut, berada di bagian Barat Laut Kabupaten Kutai Barat. Sedangkan luas wilayah dengan topografi datar hanya sebesar 10,35% atau 327.400,84 hektar dan terletak di bagian Tenggara Kabupaten Kutai Barat


Unsur iklim yang utama adalah curah hujan, temperatur, kecepatan angin dan kelembapan udara. Iklim di Kabupaten Kutai Barat adalah iklim tropika humid yang ditandai dengan intensitas hujan yang tinggi dan nilai curah hujan yang besar. Daerah beriklim tropika humid tidak mempunyai batas yang jelas antara musim kemarau dan musim hujan. Temperatur berkisar antara 220-300. Temperatur minimum terjadi pada bulan Oktober-Januari sedangkan temperatur maksimum terjadi pada bulan Juli-Agustus. Pada musim angin barat hujan turun pada bulan Agustus-Maret, sedangkan pada musim angin timur hujan mulai berkurang terjadi pada bulan April-September.

Wilayah

Kabupaten Kutai Barat merupakan kabupaten pemekaran dari wilayah Kabupaten Kutai yang ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 47 Tahun 1999 tertanggal 04 Oktober 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang. Secara simbolis kabupaten ini telah diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri R.I. pada tanggal 12 Oktober 1999 di Jakarta dan secara operasional diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur pada tanggal 05 Nopember 1999 di Sendawar.
Secara geografi, Kabupaten Kutai Barat terletak pada 113o 45' 05” - 116o 31' 19” BT serta diantara 1o 31' 35” LU dan 1o 10' 16” LS. Adapun batas wilayah secara administratif adalah Kabupaten Malinau dan Negara Serawak (Malaysia Timur) di sebelah Utara, Kabupaten Kutai Kertanegara di sebelah Timur, Kabupaten Pasir di sebelah Selatan dan Propinsi Kalimantan Tengah serta Propinsi Kalimantan Barat di sebelah Barat. Dengan luas wilayah sebesar 31.628,70 km2 (kurang lebih 15% dari Propinsi Kalimantan Timur), Kabupaten Kutai Barat memiliki 21 kecamatan dan 223 Kampung.

Transportasi Sungai


Untuk sampai di kecamatan paling hulu di sungai Mahakam, yaitu Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, masyarakat menggunakan longboat (perahu panjang) untuk mengarungi riam-riam yang deras dan ganas. Mau coba ...??

Anda Pengunjung Ke:.....

Free Web Site Counter